Tuhan memang hanya satu, dan tak ada yang lebih baik dari
Allah SWT. Kekuatan sehebat apapun yang dimiliki manusia, tidak akan mampu
mengalahkan kehendak Tuhan. Sehebat apapun juga setan, setan tetap ciptaan
Tuhan yang tentunya tidak dapat pula mengalahkan kehendak Tuhan. Sesunggunya
manusia yang percaya akan kekuatan hitam dan membanggakan kekuatannya tersebut
adalah manusia yang dikuasai setan dan hanya membawa keterpurukan bagi manusia
tersebut. Jadi, jangan sekali-kali menyekutukan atau melawan kehendak yang
Allah berikan kepada kita.
2013-05-20
Refleksi : RITUAL IKHLAS 4
Ikhlas memang hal yang sulit di lakukan. Tidak semua manusia
dengan mudah mampu ikhlas dalam segala hal. Lidah bisa saja mengatakan ikhlas,
namun hati berkata lain. Hal itu tentu memunculkan dosa lain, yaitu munafik. Dalam
ritual ikhlas ke-4 ini, memunculkan tokoh yang melakukan kegiatan hanya sebagai
wahana mengisi kekosongan waktu, memenuhi rasa penasaran seperti apa ritual
ikhlas tersebut, dan hanya untuk di lihat orang lain atas eksistensinya. Karena
landasan atau niatnya yang salah, maka apa yang ia perbuat dan yang ia katakan
juga salah. Dia tidak melakukan kegiatan dengan ikhlas dan bahkan melanggar
peraturan yang ada. Yang ia katakan juga menunjukan kesombongan duniawi yang
tidak ada artinya di mata Allah SWT. Akibat dari niat yang salah tersebut, ia
mendapat hasil yang tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan. Ketidakberhasilan
tersebut bukannya membuat ia sadar dan menerima dengan lapang dada, namun
justru malah semakin berkoar-koar menunjukan ilmu dunia yang ia punya dan ia
bangga-banggakan.
Refleksi : RITUAL IKHLAS 3
Tulisan di atas semakin mempertegas bahwa yang kita lakukan
di dunia ini semata-mata hanya untuk mencari ridha Allah SWT. Keikhlasan
membawa kita semakin dekat dengan ridha Allah. Apa pun yang telah kita peroleh
di dunia ini tidak berarti kecuali keikhlasan dan ketaatan terhadap Allah.
Perlu kita ketahui bekal kita untuk mencapai kebahagiaan yang sesungguhnya nanti
bukanlah materi yang kita peroleh di dunia, melainkan amal ibadah dan
keikhlasan kita dalam mencari ridha Allah SWT. Apapun pangkat kita di dunia,
siapun kita di dunia, semua itu tidak berarti dimata Allah. Kita semua sama,
yang membedakan hanya amal ibadah kita di dunia.
Refleksi : RITUAL IKHLAS 2
Tujuan dari segala kegiatan yang dilakukan manusia
sebenarnya hanyalah untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Untuk mencapai itu,
manusia harus iklhas dalam menjalankannya. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan
juga harus benar sesuai firman-firman Allah. Di dalam dunia keagamaan, derajat
manusia di dunia dimata Allah sama, yang membedakan hanyalah amal ibadah yang
dilakukan dengan berlandaskan keikhlasan. Seperti halnya dalam dunia
matematika. Tujuan dari berbagai kegiatan dan berbagai metode dalam
pembelajaran adalah untuk memperoleh ilmu. Untuk memperoleh ilmu yang
benar-benar mampu melekat pada memori siswa, perlu adanya keikhlasan dan
kesungguhan untuk mempelajari maupun membimbing. Metode-metode yang dilakukan
tentunya harus sesuai dengan materi dan kapasitas siswa. Semua siswa itu sama.
Guru tidak bisa mengistimewakan salah satu atau beberapa siswa yang dinilai
cerdas. Pada dasarnya semua siswa memiliki kemampuan yang sama, hanya saja guru
harus mampu menggali kemampuan siswa yang belum terlihat yang membuat siswa
terkesan kurang cerdas. Nah... di sini keikhlasan seorang pendidik dan peserta
didik harus selalu di kembangkan. Artinya, dalam melakukan kegiatan
pembelajaran baik guru maupun siswa harus ikhlas dalam memberikan bimbingan dan
menerima bimbingan. Dengan keikhlasan maka kegiatan pembelajaran akan mencapai
tujuan yang telah ditentukan atau disepakati dalam suatu instansi lembaga.
Refleksi ;RITUAL IKHLAS 1
“IKHLAS”, satu kata yang sederhana namun memiliki makna yang
luar biasa. Seberapa tinggi derajat kita, seberapa besar apa yg kita punya,
seberapa kuat kemampuan yang kita miliki, seberapa jeniusnya kita, tanpa adanya
keikhlasan itu tidak akan berarti apa-apa. Melakukan kegiatan apapun harus
dilandasi dengan keikhlasan agar mendapat hasil yang memuaskan dan menyenangkan
bagi pihak manapun. Sesederhana itu untuk dapat hidup dengan baik, namun hal
itu sulit untuk dilakukan. Sebagai seorang pendidik tentunya kita harus terus
ikhlas dalam mendidik. Tugas seorang pendidik juga tidak hanya menyampaikan
materi dan tidak peduli apakah siswa tersebut mengerti atau tidak. Tidak
demikian, seorang pendidik juga harus memperhatikan kebutuhan siswanya,
permasalahan yang dihadapi siswanya, dan menganggap seolah-olah siswa tersebut
adalah tanggung jawab penuhnya. Hal tersebut sebaiknya dilakukan dengan
keikhlasan. Sebagai seorang calon pendidik juga perlu mempersiapkan segala
sesuatunya dengan ikhlas termasuk dari segi spiritual.
Refleksi : Elegi Bagaimana Matematikawan Mengusir Setan?
Matematika yang dirasa sulit seperti halnya setan yang
terlihat menyeramkan, namun sebenarnya jika kita menggunakan logika kita maka
matematika itu akan mudah kita pamahi dan pelajari. Semua benda yang ada di
sekitar kita dapat kita jabarkan dengan cara matematika. Dengan matematika
benda-benda tersebut dapat dijumlahkan, dikurangkan, dibagi dan dikali. Keempat
cara itu merupakan pokok pengoperasian dalam matematika. Tidak hanya itu,
benda-benda matematika juga dapat direfleksikan, dipangkatkan, diturunkan, dan
masih banyak lagi. Benda tersebut juga dapat dihitung luas, volum dan
kelilingnya, dihitung panjang dan jumlah sisi-sisinya. Matematika memiliki
beberapa bilangan diantaranya bilangan rasional, bilangan irasional, bilangan
berpangkat, bilangan bulat, bilangan positif-negatif, bilangan imaginer, dll.
Cakupan matematika sangat luas dan ada di lingkungan sekitar kita. Jadi untuk
memahami matematika kita harus benar-benar mampu menggunakan logika kita dengan
baik. Sebagai seorang guru juga harus menggunakan matematika kongkrit yang ada
disekitar anak didik agar mudah dimengerti dan dipahami.
Refleksi : Video Pembelajaran Matematika SD kelas 4 di Jepang
Lagi-lagi Bapak Marsigit memberikan
wawasan ilmu tentang sistem pembelajaran dari negara Jepang melalui video
pembelajaran matematika SD kelas 4 di Jepang. Secara keseluruhan isi dalam
video ini hampir sama dengan video yang pertama, yaitu menampilkan pembelajaran
dengan cara diskusi kelompok dan dilanjutkan dengan presentasi. Sistem
pembelajaran Matematika di Jepang memang sudah lebih maju dari Indonesia.
Seperti
biasa sebelum melakukan diskusi, guru melakukan apersepsi terlebih dahulu.
Apersepsi dirasa penting agar siswa merasa siap dalam mempelajari materi yang
akan diajarkan. Sistem pembelajaran dalam video ini juga menggunakan 2 guru
atau team teaching. Namun sedikit berbeda dengan video pertama, guru yang satu
lebih dominan sedangkan guru yang lainnya hanya mengawasi di belakang. Materi
kali ini yaitu menghitung luas bagian yang diarsir pada bangun datar. Guru
telah memberikan gambar segiempat sembarang yang terkemas dalam LKS. Siswa
berdiskusi kelompok untuk membuat pola-pola bagian yang diarsisr dan mampu
menentukan luas bagian tersebut. Dalam diskusi kelompok guru juga memberikan
pengarahan. Hasil dari setiap kelompok pun berbeda-beda antara yang satu dengan
yang lain. Setelah diskusi selesai perwakilan dari kelompok tampil didepan
untuk presentasi. Pembelajaran yang ada dalam tanyangan video ini saya rasa
masih belum baik. Karena peran guru disini masih sangat dominan, siswa kurang
aktif dalam berpendapat dan guru masih memberikan penjelasan yang mendetail.
Berbeda dengan video pertama, guru hanya sebagai fasilisator saja.
Agar siswa terlatih untuk dapat
berperan dalam pembelajaran maka sebaiknya guru tidak terlalu dominan dalam
mengambil kesimpulan pembelajaran. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk
mengambil kesimpulan secara bersama-sama dan guru sebagai pengarah. Dengan
demikian siswa lebih mengerti hasil pembelajaran yang telah dilakukannya.
Subscribe to:
Posts (Atom)